Kini hadir televisi digital LED LCD pertama di Indonesia. Memang ini bukan TV pertama yang diproduksi, namun LG mengakalinya dengan menambah fasilitas built-in tuner sebagai penangkap siaran digital yang tidak dimiliki oleh para pesaingnya.

 

Halim Astono, General Manager Marketing PT LG Electronics Indonesia, menyatakan bahwa tunner ini berada di dalam sirkuit LCD TV. Maka, tanpa adanya perantara perangkat lain, kualitas penangkapan sinyal video dan audio bisa lebih sempurna.

 

Televisi supertipis yang sempat dipamerkan pada Consumer Electronics Show di Las Vegas, Nevada pada awal Januari ini diberi bernama SL90 (Infinia). Ketebalannya tidak lebih dari 3 cm. Ini berarti 5 cm lebih tipis daripada TV LCD konvensional lainnya yang mencapai 8 cm.

 

Dengan resolusi FULL HD 1.920 x 1080p dan fitur layar Anti-silau, Infinia mampu mengurangi refleksi yang biasanya sangat mengganggu penonton. SL90 ini juga memiliki USB 2.0 port yang terdapat di bagian belakang TV dan memberikan banyak pilihan media digital, di antaranya file JPEG, MP3, MPEG4 dan DivX dari USB drive, kartu memori atau hard drive eksternal.

 

“Infinia bersifat hibrid. Artinya, bisa menangkap siaran analog. Jadi, selama proses migrasi dari sistem analog ke digital, penonton yang tidak dapat menangkap siaran digital tetap dapat menikmati siaran analog deperti biasa,” jelas Halim.

 

Teknologi LED pada Infinia bisa menghemat energi sampai 80%. Televisi ini juga menggunakan 248 LED backlight yang bisa menghasilkan Dynamic Contrast Ratio 3.000.000 banding 1, maka akan menghasilkan warna hitam yang benar-benar hitam, bukan hitam abu-abu.

 

SL90 Infinia tersedia dalam dua ukuran. Pada ukuran 42 inci dijual seharga Rp.25.000.000 dan 47 inci dibanderol dengan harga Rp 29.000.000.

 

[Feby]