Call of Duty dan Assassin’s Creed: Gamer Senang, Pembuatnya Senang

133

Selain situs jaringan sosial, salah satu potensi bisnis yang meraup banyak keuntungan di bidang TIK adalah games. Sudah banyak acara penghargaan yang menyediakan game sebagai salah satu kategorinya. Tidak hanya pemainnya yang berlimpah, para pembuatnya pun menguji kreativitasnya dengan membuat game semenarik mungkin.

 

Salah satu game yang berhasil meraup banyak keuntungan adalah Call of Duty. Game yang dikeluarkan oleh Activision Blizzard Inc. ini berhasil menembus angka penjualan US$ 3 miliar atau sekitar Rp 28 triliun di seluruh dunia.

 

Hal ini berarti, game yang mengambil tema Perang Dunia II ini sudah terjual sebanyak 55 juta kopi sejak diluncurkan pertama kalinya pada tahun 2003. Bahkan seri keenamnya, Call of Duty: Modern Warfare 2, yang baru diluncurkan awal November ini juga telah memecahkan rekor dalam industri game.

 

Pada hari pertama penjualannya saja, game baru tersebut telah terjual 4,7 juta kopi di Amerika Serikat dan Inggris. Hingga akhirnya game yang dikembangkan oleh Infinity Ward itu berhasil mencapai keuntungan sebesar US$ 550 juta sampai hari kelima sejak peluncurannya.

 

Saking larisnya, Chief Executive Activision Bobby Kotick mengumpamakan orang yang memainkan Call of Duty seperti penonton acara televisi terpopuler.

 

“Jika Anda membayangkan berapa gamer yang memainkan Call of Duty, sama seperti melihat acara hiburan yang paling banyak ditonton di era modern ini,” ujar Kotick.

 

Sederet angka-angka yang di atas, merupakan data yang diambil dari kompilasi hasil riset lembaga analis NPD Group, Charttrack, GfK dan perkiraan internal perusahaan Activision.

 

Game lain yang tidak kalah ‘untung’ dari Call of Duty adalah Assassin’s Creed II. Permainan ini telah laku sebesar 1,6 juta unit di seluruh dunia dalam waktu seminggu sejak diluncurkan. Hal tersebut kemukakan oleh Ubisoft dalam keterangan tertulisnya.

 

Dibandingkan dengan penjualan game Assassin’s Creed pertama pada November 2007 lalu, penjualan versi keduanya kali ini naik sebesar 32 persen. Namun seri ini baru bisa dimainkan pada PlayStation 3 dan Xbox 360. Sementara versi PC game-nya akan hadir pada 2010.

 

Dalam Assassin’s Creed II, gamer akan dibawa ke Eropa abad Renaisans. Pemain nantinya akan menjelajahi Italia pada masa Leonardo Da Vinci bersama tokoh utama bernama Ezio.

 

[Feby]